MAKALAH KAJIAN PENDIDIKAN JEPANG

MAKALAH KAJIAN PENDIDIKAN JEPANG

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Landasan Kependidikan

Dosen Pengampu : Azizul Ghofar C. W, S.Pd. M.Pd.
Oleh :
1.      Ichsan Aji Kusnanadar        (15320005)
2.      Devi Susilowati                      (15320028)
3.      Ainun Nadhifah                    (15320105)
4.      Wulan Sari R                         (15329975)
5.      Siti Noviana Dewi                  (15320100)


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN
ALAM DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karuniaNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami akan memaparkan makalah “Kajian Pendidikan diJepang” demi menyelesaikan tugas Landasan Pendidikan  yang akan membahas Kurikulum, Kebijakan, Sarana dan Prasarana Kebijakan Pemerintah dan perbandingan dengan indonesia. Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penyusun laporan maupun pembaca makalah ini.
\Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Untuk kekurangan dan kekeliruan yang terdapat didalam laporan ini, penyusun mohon untuk saran dan kritiknya yang dapat memotivasi dan merevisi serta selalu berinovasi kedepannya.


Semarang, 17 Desember 2016


Penulis

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat karuniaNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami akan memaparkan makalah “Kajian Pendidikan diJepang” demi menyelesaikan tugas Landasan Pendidikan  yang akan membahas Kurikulum, Kebijakan, Sarana dan Prasarana Kebijakan Pemerintah dan perbandingan dengan indonesia. Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penyusun laporan maupun pembaca makalah ini.
\Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Untuk kekurangan dan kekeliruan yang terdapat didalam laporan ini, penyusun mohon untuk saran dan kritiknya yang dapat memotivasi dan merevisi serta selalu berinovasi kedepannya.


Semarang, 17 Desember 2016


Penulis


BAB I PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

Sekolah sebagai insitusi pendidikan, merupakan wadah tempat proses pendidikan dilakukan. Dalam kegiatannya, sekolah adalah tempat yang bukan hanya sekedar tempat berkumpul guru dan murid, melainkan berada dalam satu tatanan sistem yang saling berkaitan, oleh karena itu sekolah dipandang sebagai suatu organisasi yang membutuhkan pengelolaan. Lebih dari itu kegiatan inti organisasi sekolah adalah mengelola sumber daya manusia yang diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu dalam pelaksanaanya untuk mencapai suatu tujuan yang efektif danefisien suatu sekolah harus memiliki Landasan Kependidikan yang baik.
Landasan dan kebijakan pendidika di Indonesia ini masih kurang bagus, masih ada hal-hal yang harus diperbaiki. Untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia kita akan mencari tau di negara-negara yang sistem pendidikannya sudah maju, misalnya dijepang adalah salah satu negara yang sistem pendidikanya sudah bagus dan maju ,demi tercapainnya perubahan pendidikan di Indonesia.

BAB II PEMBAHASAN

1.   KURIKULUM PENDIDIKAN DI JEPANG



1.    TK
Pada pendidikan TK (Taman Kanak-kanak), Jepang lebih menekankan pelatihan kebiasaan sehari hari. Murid murid dilatih tentang tata krama, cara makan, cara membersihkan rumah dan lainnya. Di TK juga kegiatan klub seperti belajar menggambar, memasak, menjahit lebih banyak daripada kegiatan belajar membaca dan menulis.

2.    SD
Sedangkan di SD, sifat kurikulum Jepang hampir sama dengan Indonesia. Yang berbeda mungkin hanya mata pelajaran yang lebih sedikit. Pada tingkat kelas 1 dan 2, diberikan pelajaran kebiasaan hidup. Yaitu tentang cara bertamu, kedisiplinan, belajar mengantre dll. Tujuannya adalah untuk mengenalkan dan membiasakan murid pada pola hidup mandiri. Dibanding pelajaran IPA atau IPS, Jepang lebih menekankan pada tata cara kehidupan sehari hari kepada murid murid SD. Karena di TK, mereka lebih difokuskan pada kegiatan bermain daripada belajar di dalam kelas.
Di SD, pembelajaran seperti bahasa Jepang dan menghitung diberikan lebih banyak daripada pelajaran lainnya. Sedangkan untuk pendidikan moral tidak diberikan secara khusus, tetapi di ajarkan wali kelas sejam seminggu, atau kadang dimasukan melalui pelajaran lain. Pendidikan moral sendiri termasuk pendidikan agama. Dan selain pelajaran akademik, pelajaran musik dan menggambar juga diberikan lebih banyak.

3.    SMP
Di SMP, kurikulum menekan pada bahasa Jepang, matematika, ipa dan ips. Sedangkan bahasa asing seperti bahasa inggris sama sekali tidak mewajibkan sampai tahun 2002. Adannya mata pelajaran pilihan seperti musik, seni, pendidikan jasmani, keterampilan merupakan salah satu pembeda antara kurikulum Indonesia dan jepang.

4.    SMA
Sedangkan kurikulum SMA adalah yang palaing sering berubah di Jepang. Karena banyaknya hal yang tidak diterakpan di sekolah secara optimal. Pada akhirnya hanya mendapat protes dari banyak pihak. Di Jepang, para murid mengunjungi tempat bersejarah, lahan perkebunan untuk belajar bertanam. Selain iru di selingi juga kegiatanwawancara dengan perkebunan untuk belajara bertanam. Selain itu diselinggi juga kegiatan wawancara denagan berbagai narasumber  yang kemudian akan menjadi bahan presentasi didepan kelas.


1.   KEGIATAN PEMBELAJARAN DISEKOLAH/KELAS

1.    Kegiatan pembelajaran sekolah di Jepang
Kegiatan belajar sekolah di Jepang biasanya dimulai pukul 08.50. Kenapa murid di Jepang masuk sekolahnya jam 08.50? Ternyata di Jepang tuh jam 7 pagi aja masih belum terlalu terang, kayak subuh gitu kira-kira. Jam 7 malam aja masih terang .Biasanya saat senggang di dalam kereta atau bis, mereka mendengarkan musik atau membaca buku. Membaca novel adalah salah satu kebiasaan siswa di Jepang.
Bagi mereka, sekolah jauh tidak  jadi masalah, yang penting sekolah itu bagus dan berkualitas. Untuk menunjukkan reputasi sekolahnya, para pelajar bahkan diminta untuk tidak membaca, mengunyah permen karet, dan makan sambil jalan.
Setibanya di sekolah, mereka akan menyimpan sepatunya di loker sepatu dan menggantinya dengan sepatu khusus yang digunakan di ruang kelas (uwabaki).
2.    Kegiatan siswa Jepang dari berangkat sekolah samai pulang sekolah:
1.    Awal Masuk Kelas
Sebelum memulai pelajaran di kelas, terlebih dahulu siswa di Jepang terbiasa memberi salam. Ketua kelas atau guru mengucapkan きりつ/kiritsu (berdiri) dan れい/re (membungkuk).
2.    Pelajaran
Pelajaran pokok SMA di Jepang adalah Bahasa Jepang sebagai bahasa nasional. Pelajaran lainnya yaitu Bahasa Inggris, Matematika, eksak (Kimia, Biologi, Fisika, dll) dan Sosiologi (Ilmu kemasyarakatan, Sejarah Jepang, Sejarah Dunia, Ekonomi Pemerintah dll). Selain itu juga ada Olahraga, おんがく/ongaku (Musik), びじゅつ/bijutsu (Seni rupa), dan しょどう/shodo (seni kaligrafi huruf Jepang), serta juga terdapat kelas memasak dan juga diajari bagaimana cara membuat pakaian. Sekolah Jepang hanya memiliki satu pelajaran bahasa asing, yaitu bahasa Inggris. Semua siswa menggunakan kamus elektronik (denshi jisho). Tidak hanya bahasa Inggris, bahasa Jepang pun terasa lebih mudah jika menggunakan kamus.

Di tiap sekolah biasanya memiliki gedung olahraga, halaman sekolah, dan kolam renang tersendiri. Gedung olahraga dan kolam enang digunakan pada saat ada jam pelajaran olahraga voli, bola basket, sepak bola, dan berenang.

3.    Waktu istirahat
Pada jam istirahat biasanya murid-murid Jepang membawa bekal yang mereka bawa dari rumah. Bekal yang mereka bawa dibuat oleh ibu mereka atau dibuat sendiri, ada juga yang dibeli di kantin di sekolah. Ruang kelas juga bisa dijadikan tempat makan selain kantin. Dan o-bento yang murid Jepang bawa itu biasanya tampilannya unik! Seperti yang ini misalnya

4.    Pulang sekolah
Kegiatan belajar mengajar berakhir pada pukul 16.00 lewat. Sebelum pulang, mereka membersihkan kelas dulu, ada yang membersihkan papan tulis, nyapu, ngepel, dll. Lalu mengganti sepatu mereka yang tadi sudah disimpan di dalam locker. Setelah pelajaran selesai, ada yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (yang terdiri dari sports clubs dan culture clubs, dan btw, kegiatan siswa Jepang rata-rata padat lho =^=), ada juga yang mengikuti bimbingan belajar/les diluar sekolah, tempat les ini disebut じゅく/juku.
Anak-anak yang mengikuti les ini kebanyakan adalah anak-anak kelas III (Kelas XII) yang akan mengikuti ujian semester dan persiapan untuk masuk ke perguruan tinggi. Di Jepang, tidak ada UJIAN NASIONAL, Ujian Akhir Sekolah, atau Ujian Praktek. Jadi, siswa yang telah berhasil mengikuti tes ujian masuk perguruan tinggi, akan diumumkan nama perguruan tingginya di papan pengumuman yang ada di juku tersebut.
5.    Setibanya di Rumah
Saya akan mengambil contoh dari seorang anak bernama nadiro-chan. Setibanya di rumah, nadiro-chan makan malam bersama keluarga lalu mandi.Sebelum tidur, nadiro-chan mengecek dan membalas e-mail, mendengarkan musik dan kembali belajar selama 1 jam atau bahkan lebih. Kemudian dia tidur kira-kira pada pukul 01.00 malam. Tidur jam 01.00 terus paginya bangun lagi sekitar jam 06.00, dan ini hampir setiap hari, benar-benar. Tidak ada Ujian Nasional, jadi setelah selesai ujian semester mereka bisa langsung mengikuti tes masuk perguruan tinggi.

3.    KEBIJAKAN SEKOLAH JEPANG

Sementara aturan pendidikan yang ada di negara Jepang terbagi atas dua periode yaitu periode sebelum Perang Dunia II dan periode setelah Perang Dunia II dimana kedua periode tersebut memiliki butir-butir perbedaan mengenai kebijakan yang diterapkan dalam pendidikan Jepang.
Sebelum Perang Dunia ke II diberlakukan kebijakan pendidikan yang terangkum dalam salinan Naskah Kekaisaran mengenai pendidikan atau yang disebut dengan Imperial Rescript on Education. Dimana pada zaman dahulu para kaisar telah dididik berbasis nilai yang luas dan kekal, serta menanam nilai-nilai positif secara mendalam dan kokoh dalam pribadi setiap kaisar. Materi yang diajarkan pada zaman dahulu lebih cendrung mengarah pada kesetiaan dan kepatuhan dari generasi kegenerasi dengan tetap menerapkan estetika.
Nilai-nilai positif dari para kaisar di Jepang inilah yang diterapkan pada pendidikan yang ada di negara tersebut. Dimana setiap individu harus mampu menjalin hubungan yang harmonis, mencurahkan kasih sayang terhadap orang-orang di sekelilingnya, kesetiaan, dan kepatuhan kepada orang tua, suami, istri, sahabat, menjadi diri sendiri yang moderat dan sederhana, serta menuntut ilmu sedalam mungkin dan diimbangi dengan jiwa seni.
Setelah berakhirnya Perang Dunia ke II yaitu pada tanggal 3 November 1946, kebijakan pendidikan Jepang mulai dirubah berbasis Hak Asasi Manusia, kebebasan hati nurani, jaminan setiap individu untuk mengembangkan kebebasan berfikir, kebebasan akademik dimana setiap individu memperoleh hak untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuannya.
Maret 1947, Peraturan Pendidikan Nasional Jepang (School Education Law) menentapkan susunan pendidikan dasar pendidikan yang keseluruhannya terdiri atas 6-3-3-4. Yang artinya tahap-tahap pendidikan Jepang terdiri atas empat tahapan yang memiliki tujuan, visi, misi, yang khusus pada setiap jenjang tahapannya.
1. Legalisme: Pendidikan di Jepang tetap mengendepankan aturan hukum dan melegalkanhak setiap individu untuk memperoleh pendidikan tanpa mendiskriminasikan siapapun,suku, agama, ras, dan antar golongan berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
2. Adminstrasi yang Demokratis: Negara memberikan kesempatan kepada siapa saja untukmemperoleh pendidikan dengan biaya yang masih terjangkau oleh masyarakatnya. Biaya pendidikan Jepang di usahakan untuk bisa dijangkau sesuai keuangan masyarakatnya,memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi ataupun kurang mampu.
3. Netralitas: Pendidikan Jepang diberikan kepada setiap siswa dengan tingkat pendidikanmasing-masing dengan mengedepankan pandangan persamaan derajat setiap siswanyatanpa membeda-bedakan latar belakang materil, asal-usul keluarga, jenis kelamin, statussosial, posisi ekonomi, suku, agama, ras, dan antar golongan.
4. Penyesuaian dan penetapan kondisi pendidikan: Dalam proses pengajaran memiliki tingkat kesulitan masing-masing yang disesuaikan dengan tingkatan-tingkatan pendidikan yang ditempuh.
5. Desentralisasi: Penyebaran kebijakan-kebijakan penndidikan dari pemerintah pusat secaramerata kepada seluruh sekolah yang ada dinegara tersebut sehingga perkembangan dankemajuan sistem pendidikan sehingga dapat diikuti dengan baik.

4.    SARANA DAN PRASARANA

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan; alat; media. sedangkan prasarana  berarti alat tidak langsung ada untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olah raga, ruang dan sebagainya. Sedang sarana seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. Sarana dan prasarana menjadi penting karena dengan sarpras yang berkualitas maka proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan baik, Misal: Seorang guru ingin mengajak siswanya untuk belaar tentang bola basket, karena di sekolahan tersebut tidak ada lapangan bola basket dan bolanya juga tidak ada maka, seorang guru tidak akan maksimal memberikan materi tentang bola basket. Beda halnya ketika seorang guru yang ingin memberikan materi tentang menganalsisi buku, karena di sekolah terdapat perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap, maka siswa dapat meminjam buku di perpustakaan untuk selanjutnya menganalisisnya. dan pembelajaran dapat dilakukan secara nyata dan maksimal.
 Lingkungan atau fasilitas sarana dan prasarana sekolah di Jepang sangat baik. Pada umumnya sekolah di Jepang mempunyai standar yang sama, yaitu: mempunyai gedung yang luas, loker spatu atau alas kaki, ruang kelas, aula, ruang olah raga, lapangan olah raga, kolam renang, dan perpustakaan. 
1.    Gedung Sekolah
Sekolah di Jepang, kebanyakan mempunyai gedung-gedung yang besar. Sekolah ini mempresentasikan sebagai sekolah yang mempunyai fasilitas lengkap di dalamnya. Kemegahan gedung sekolah menjadikan suasa pendidikan menjadi hal yang menyenangkan, akan sangat senang bisa bersekolah di tempat yang megah.
2.    Loker
Fasilitas lain yang diperoleh oleh siswa  di Jepang adalah loker, setelah meraka masuk ke dalam sekolah, mereka akan meuju ke Loker untuk meletakan alas kali atau sepatu merka. Sswa di jepang hanya akan menggunakan kaos kaki saat masuk ke dalam ruang kelas. 
3.    Koridor
Siswa akan melewati koridor sebelu masuk ke dalam kelas, meraka. Koridor Sekolah di Jepang di buat di dalam gedung, diaman samping kanan dan kirinya dalah kelas atau ruang-ruang., tidak seperti di Indonesia ummnya,koridor di buat berada di teras-teras sekolah.
4.    Ruang Kelas
Ruang kelas di Sekolahan di JEpang pada umumnya, mempunyai jendela-jelndela yang leba. yang menjadikan kelas tampak cerah dan di penuhi oleh cahaya. Kelas ini nampak nyaman dan bersih, indah dan menyejukkan.
5.    Aula
Sekolah di Jepang mempunyai Aula yang digunakan untuk berbagai kegiatan seperi pentas kesenian, pertemuan dll.
6.    Gedung dan Lapangan Olah Raga
di Jepang menyediakan dua alternatif tempat olah raga, kebanyakan sekolah disana mempunyai kedua tempat tersebut. gedung atau ruang olah raga, digunakan untuk olah raga Indoor dan lapangan olah raga digunakan untuk kegiatan outdoor.
7.    Perpustakaan
Untuk melengkapi fasilitas dari Sekolah di Jepang menyediakan Perpustakaan, yang digunakan untuk tempat belajar siswa sekolah. Perpustakaan di buat dengan sangat baik, rapi dan nyaman dan membuat setiap orang di sana betah berlama-lama hanya untuk sekedar membaca buku.

5.   KEBIJAKAN PEMERINTAH JEPANG TERKAIT DENGAN PENDIDIKAN

Pada awalnya menjelang kedatangan invansi militer Jepang masuk ke Indonesia,ada sebuah Sekolah Rakyat 3 tahun dan 6 tahun, yang diasuh oleh badan swasta yaitu suatu badan yang dibantu oleh gereja Dayak Evangelis khususnya di daerah Kalimantan.Sekolah yang diasuh oleh pihak swasta ini merupakan sekolah pada masa Belanda.Ketika Jepang masuk mereka menemukan sekolah swasta ini dan tetap berjalan dan guru-gurunya digaji secara natural oleh Jepang.Pemerintah Jepang mengambil alih semua sekolah tersebut.
Kebijakan yang diterapkan pemerintah Jepang di bidang pendidikan adalah menghilangkan diskriminasi/perbedaan yang diterapkan Belanda. Pada pemerintahan Jepang, siapa saja boleh mengenyam/merasakan pendidikan. Rakyat dari lapisan manapun berhak untuk mengenyam pendidikan formal. Jepang pun juga menerapkan jenjang pendidikan formal seperti di negaranya yaitu: SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun.Dimana sistem ini masih diterapkan oleh pemerintah Indonesia sampai saat ini.Pelajaran utamanya yang paling intensif sekali diajarkan kepada anak-anak sekolah adalah setiap pagi sebelum memasuki kelas selalu diadakan upacara bendera megibarkan bendera Jepang dan penghormatan kearah matahari terbit.Setelah upacara selesai disambung dengan gerak badan yang disebut dengan Taiso.
Disamping Taiso juga diharuskan bagi semua siswa melaksanakan lari berbaris sepanjang kampung yang pada waktu itu disebut Jajiasi.kemudian pelajaran berupa adu kekuatan juga diberikan seperti Sumo,yakini jenis permainan dorong menorong dengan tangan yang dibatasi oleh suatu lingkaran.Wibawa guru-guru pada masa pemerintahan Jepang di Indonesia memang sangat dijaga,karena setiap siswa yang bertemu dengan guru harus hormat,pemerintahan Jepang memberikan ancaman kepada siswa yang tidak hormat dan berkebijakan untuk membuat siswa tunduk.
Dalam acara penaikan bendera Jepang semua siswa menyanyikan lagu kebangsaan Jepang yaitu Kimigayo.Satu hal yang melemahkan dari aspek pendidikan adalah sistem pengajaran dan kurikulum disesuaikan untuk kepentingan perang. Siswa memiliki kewajiban mengikuti latihan dasar kemiliteran dan mampu menghapal lagu kebangsaan Jepang.
Begitu pula dengan para gurunya, diwajibkan untuk menggunakan bahasa Jepang dan Indonesia sebagai pengantar di sekolah menggantikan bahasa Belanda. Untuk itu para guru wajib mengikuti kursus bahasa Jepang yang diadakan.Kebijakan lain yang diterapkan Jepang yaitu para siswa termasuk guru-gurunya harus upacara dan menunduk kearah matahari terbit dengan cara rukuk atau (membungkuk)yang disebut upacara Seikeire.
Apabila bendera sedang dinaikkan tidak seorangpun boleh berjalan melaikan harus berhenti menghadap kebendera dan memberi hormat.Disamping diharuskan hormat kepada guru(sensei),maka setiap orangtua haru dihormati pula termasuk kepala kampung yang pada waktu itu dinamakan Sonco. Usaha Jepang dalam menjepangkan rakyat Indonesia termasuk juga para siswa dilihat dengan adanya pelajaran bahasa Jepang meskipun dalam bentuk stensilan yang khusus disusun untuk mempelajari bahasa Jepang.Buku stensilan tersebut bernama Langkah pertama dan langkah kedua.Disamping mempelajari bahasa Jepang diajarkan pula huruf abjad Jepang.Sejak kelas satu mulai di perkenalkan huruf Jepang dari abjad Katagana,selanjutnya untuk kelas-kelas tinggi diajarkan abjad Hiragana dan kemudian abjad Kanji.
 Dengan demikian,secara sistematis sekali pendudukan militer Jepang itu ingin menjepangkan anak-anak Indonesia mulai dengan bahasa hurufnya Sekolah Rakyat.Untuk keperluan menulis para siswa memakai batu tulis berwarna hitam.Untuk menanamkan semangat patriotisme dihati rakyar dalam hal menyanjung Perang Asia Timur Raya,pemerintah Jepang menciptakan lagu khusus tentang keberanian seorang Heiho yang diberinya judul Amat Heiho,ceritanya menyerang sekutu sampai harus rela tewas demi kejayaan negara Jepang.
Sekolah Rakyat 3 tahun pada waktu itu diberi nama Futu Gakko sedangkan Sekolah rakyat 6 tahun diberi nama Ku Gakko.Sekolah-sekolah baru tidak ada didirikan olh pemerintahan Jepang tapi hanya meneruskan sekolah-sekolah swasta saja.Selain itu bagi para siswa yang ingin melanjutka pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,maka diberi kesempatan yang bernama Sihan Gakko.
Hal ini dapat dipahami,pendidikan yang diberikan Jepang pada rakyat pribumi semata-semata hanya untuk kepentingan Jepang,tanpa memikirkan kemajuan pendidikan rakyat pribumi,karena melalui pendidikan,pemerintahan Jepang mulai memasukkan rasa simpati kepada rakyat,terutama dalam mengenyam pendidikan,yang di zaman belanda untuk masuk Sekolah rakyat saja sangat susah,hanya orang tertentu saja yang diperbolehkan untuk sekolah.Sedangkan Jepang sebaliknya,namun tujuan sebenarnya untuk menjepangkan rakyat Indonesia dan rasa kecintaan kepada Jepang.

6.   PERBANDINGAN SISTEM PENDIDIKAN JEPANG DENGAN INDONESIA

Perbandingan sistem pendidikan Negara Jepang dengan Indonesia Perbedaan yang menyolok pada sistem pendidikan di kedua negara ini sebagai berikut:
1.    Dalam tujuan umum pendidikan Jepang mengutamakan perkembangan kepribadian secara utuh, menghargai nilai-nilai individual, dan menanamkan jiwa yang bebas. Sedangkan di Indonesia pendidikan bertujuan agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
2.    Jepang tidak memasukkan mata pelajaran pendidikan agama di semua jenjang persekolahan (memisahkan pendidikan agama dengan persekolahan), sedangkan di Indonesia pendidikan agama adalah mata pelajaran yang wajib untuk setiap jenjang persekolahan.
3.    Dilihat dari kurikulum yang dikembangkan dapat dikemukakan beberapa hal:
a.    Kurikulum TK di Jepang tidak membebani anak, karena anak tidak dijejali materi-materi pelajaran secara kognitif tetapi lebih pada pengenalan dan latihan ketrampilan hidup yang dibutuhkan anak untuk kehidupan sehari-hari, seperti latihan buang air besar sendiri, gosok gigi, makan, dan lain sebagainya. Sedangkan kurikulum di Indonesia telah berorientasi pada pengembangan intelektual anak.
b.    Mata pelajaran level pendidikan dasar di Jepang tidak seberagam yang dikembangkan di Indonesia, jumlahnya tidak banyak, sehingga berbagai mata pelajaran tersebut diberikan pada waktu yang berlainan setiap hari selama seminggu, maka jarang ada jadwal pelajaran yang sama pada hari yang berbeda.
c.     Di Indonesia jarang ditemukan adanya mahasiswa peneliti, lebih-lebih mahasiswa pendengar, sehingga yang ada mahasiswa reguler. Hal itu terjadi barangkali karena orientasi belajar bagi mahasiswa Indonesia jauh berbeda dengan mahasiswa Jepang.
4.    Pendidikan wajib di Jepang gratis bagi semua siswa, bahkan bagi anak yang kurang mampu mendapat bantuan khusus dari pemerintah pusat maupun daerah untuk biaya makan siang, sekolah, piknik, kebutuhan belajar, perawatan kesehatan dan kebutuhan lainnya, sedangkan di Indonesia masih sebatas slogan (kecuali di daerah tertentu, seperti kebijakan di Sukoharjo, tetapi baru terbatas biaya sekolah saja).
5.    Sistem administrasi pendidikan di Jepang sudah lama menerapkan kombinasi antara sentralisasi, desentralisasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan partisipasi masyarakat. Sedangkan di Indonesia baru dalam proses peralihan dari sentralisasi ke desentralisasi dan juga diberlakukan MBS.
6.    Di samping itu juga ada perbedaan kecil dalam hal mulai masuknya anak pada pendidikan prasekolah, terutama di TK. Kalau di Jepang dimulai usia 3 tahun, sedang di Indonesia dimulai pada usia 4 tahun


BAB III

PENUTUP

1.1               Kesimpulan

Tujuan pendidikan Jepang lebih mengarah pada pengembangan kepribadian individu secara utuh, menanamkan jiwa yang bebas dan bertanggungjawab, bertoleransi untuk menghargai antar individu. Dapat ditarik kesimpulan bahwa prinsip pendidikan yang ada di negara Jepang lebih bersifat  humanis bekaitan dengan kehidupan sehari-hari dan ilmunya benar-benar real dapat diaplikasikan dan dibutuhkan di kehidupan nyata.
          Negara Jepang merupakan negara yang sukses dalam memajukan pendidikannya terlihat pada pengaturan sistem pendidikannya yang tertata dengan baik dimana seluruh lembaganya berkerjasama dan melaksanakan peranannya masing-masing secara optimal mulai dari lembaga administrasi, lembaga pendidikan, lembaga pengawas kurikulum dll. Serta adanya dukungan yang baik antara pemerintah, kepala sekolah, guru, murid dan orang tua yang turut berperan terhadap majunya pendidikan di negara tersebut. Kerjasama yang baik antar seluruh komponen negara inilah yang mampu membawa kesuksesan negara Jepang hingga mampu mencapai seluruh tujuan-tujuan pendidikan yang dicanangkannya kurang dari 25 tahun dan tercatat sebagai negara dengan kualitas dan sistem pendidikan terbaik se-Asia, sungguh prestasi yang mengagumkan.
Pendidikan wajib yang diberikan secara gratis di negara tersebut menandakan bahwa pemerintahan disana memang amat memperdulikan Sumber Daya Manusia di negaranya dan menjadi bukti bahwa sistem administrasi negara Jepang memang berjalan dengan baik dan

bertanggungjawab terhadap pemenuhan kebutuhan negaranya termasuk memfasilitasi sarana dan prasarana yang bermutu dalam proses belajar menagajar.
Budaya disiplin waktu dan kerja keras negara Jepang yang sejak dahulu diajarkan dari leluhur-leluhur mereka selalu mereka tanamkan di dalam kehidupan sehari-hari turut berpengaruh pada kemajuan negara ini.
Kesuksesan dari negara maju inilah yang patut kita contoh bagi negara kita dimana harus ada kerjasama yang baik antar berbagai sistem yang ada di negara terutama sistem pendidikan yang kaitannya dengan peningkatan kualitas manusia. Apabila sistem-sistem tersebut berjalan dengan baik maka kemajuan suatu negara akan tercapai dan yang teramat penting perlu adanya pembinaan moral yang baik dalam setiap individu-individu suatu negara karena awal dari kesuksesan diawali dari karakteristik pribadi suatu bangsa.


DAFTAR PUSTAKA

1.      Kintoko, Retno. 2007. The Power of Ethos. Melalui :
2.      NN. 2010. Sistem Pendidikan Jepang. Melalui :



  

Comments

Popular posts from this blog

MAKALAH LANDASAN PENDIDIKAN SISTEM PENDIDIKAN FINLANDIA

ORGAN EKSKRESI HATI