MAKALAH MANAJEMEN KELAS LAPORAN OBSERVASI KELAS
MAKALAH MANAJEMEN
KELAS
LAPORAN
OBSERVASI KELAS
Disusun oleh :
Ainun Nadhifah (15320105)
Kelas 3D Pendidikan Biologi
Dosen Pengampu : Agung
Purwoko M.Pd
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
PENDIDIKAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini, sebagai salah satu penugasan
mata kuliah Manajemen Kelas yang akan memaparkan hasil Observasi dengan objek
MTS HIDAYATUL M Genuk Pamongan KM 07 Bulusari Sayung Demak sebagai sekolah yang
berstrandar .
Dalam
penyusunan laporan ini terdapat banayak hambatan yang penulis lalaui, tetapi
dengan bantuan dari beberapa pihak tantangan itu dapat teratasi. penulis
mengucapkan terima kasih kepada
1. Agung purwoko M.Pd, selaku dosen
pengampu mata kuliah Manajemen Kelas.
2. Dra.Hj. Jamiyyah selaku guru model
MTS Hidayatul M Bulusari dan jajaran guru, beserta siswa dan siswi model.
3. Shona Ilma K, Nofa Andyanto, Rina
Shopian selaku rekan observasi yang telah berkerjasama untuk melakukan
observasi bersama.
Penulisan
laporan ini selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah, juga dapat
memberikan informasi kepada pembaca dan melaporkan hasil observasi kami kepada
guru mata kuliah Manajemen Kelas sehingga dapat dijadikan bahan penilaian.
Penulis
menyadari bahwa laporan ini masih banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran baik
secara tertulis maupun secara lisan, khususnya kepada dosen pengampu mata
kuliah Manajemen Kelas agar penulis bisa mengembangkan ilmu pengetahuannya, khususnya memahami
tentang mata kuliah ini.
Semarang, 20 Desember 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Universitas PGRI Semarang adalah salah satu Lembaga Pendidikan di bawah naungan
YPLP yang secara profesional melaksanakan tugas sebagai pencetak tenaga
pengajar dan pendidik. Dalam melaksanakan tugas tersebut, maka
mahasiswa-mahasiswa di Universitas PGRI Semarang dibekali dengan seperangkat
ilmu (teori) keguruan dan ilmu-ilmu lainnya sesuai dengan disiplin
jurusan.Namun perlu disadari ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa adakalanya tidak
dilaksanakan di lapangan.
Dan lapangan kerja sering kali
membutuhkan keterampilan yang tidak didapatkan di bangku kuliah, maka mahasiswa
Pendidikan Biologi Semester 3 yang mengikuti mata kuliah Manajenmen Kelas wajib
mengikuti Observasi di SMP SMA Negeri maupun Swasta guna untuk memberikan
pemahaman kepada mahasiswa tentang keadaan dunia pendidikan secara nyata dengan
melihat aspek-aspek manajemen kelas, tujuan manajemen kelas, menciptakan iklim
kelas yang menuju pada tujuan manajemen kelas yaitu efektive kelas
Semua
itu harus dipahami oleh mahasiswa sebagai calon guru agar pengelolaan kelas
bukan hanya mengurusi tentang saran prasarana kelas saja tetapi kondisi
psikologis dari siswa.
1.2 Tujuan
Observasi
Adapun tujuan dalam
makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Kajian
Teoretik Manajemen Kelas.
2.
Deskripsi Hasil Observasi Manajemen Kelas.
3.
Telaah
Hasil Observasi Manajemen Kelas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KAJIAN TEORETIK
MANAJEMEN KELAS
A. Manajemen Kelas
1. Pengertian Manajemen Kelas
Pengelolaan
merupakan terjemahan dari kata “Management“. Karena terbawa oleh
derasnya arus penambahan kata pungut kedalam Bahasa Indonesia, maka istilah
Inggris tersebut kemudian di Indonesiakan menjadi “Manajemen“. Arti dari
Manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan, ketatalaksanaan penggunaaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan/sasaran yang diinginkan.17 Maka,
dapat disimpulkan bahwa pengelolaan/manajemen adalah penyelenggaraan atau
pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan
efisien.Sebelum kita membahas tentang Manajemen Kelas, alangkah baiknya kita
ketahui terlebih dahulu apa pengertian daripada kelas itu sendiri. Didalam Didaktik
terkandung suatu pengertian umum mengenai kelas, yaitu sekelompok siswa pada
waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.
Sedangkan kelas menurut pengertian umum dapat dibedakan atas dua pandangan,
yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa.
Disamping itu, Hadari
Nawawi juga memandang kelas dari dua sudut, yakni :
a. Kelas
dalam arti sempit : ruangan yang dibatasi oleh
empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti Proses Belajar
Mengajar. Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis
karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya,
antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing.
b. Kelas
dalam arti luas : suatu masyarakat kecil yang merupakan
bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi
unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang
kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Jadi,
dapat diambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai ruangan elajar atau
rombongan belajar, yang dibatasi oleh empat dinding atau tempat peserta didik
belajar, dan tingkatan (grade). Ia juga dapat dipandang sebagai kegiatan
belajar yang diberikan oleh guru dalam suatu tempat, ruangan, tingkat dan waktu
tertentu.
2. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan
Manajemen Kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, baik
secara umum maupun khusus. Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan
fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial,
emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu
memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang
memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan
sikap, serta apresiasi para siswa. Adapun tujuan dari Manajemen Kelas adalah
sebagai berikut :
a. Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
b. Untuk
memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya.
Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/
perkembangan yang dicapaisiswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
c. Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan
dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Jadi,
Manajemen Kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam kelompok kelas
yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai
dengan kemampuannya. Kemudian, dengan Manajemen Kelas produknya harus sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan tujuan Manajemen Kelas secara
khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru.
Tujuan
Untuk Siswa:
a. Mendorong
siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan
kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
b. Membantu
siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan
memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c. Membangkitkan
rasa tanggung-jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang
diadakan.
Maka
dapat disimpulkan bahwa tujuan daripada Manajemen Kelas adalah agar setiap anak
dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran
secara efektif dan efisien.
Tujuan
Untuk Guru:
a. Untuk
mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar
dan kecepatan yang tepat.
b. Untuk
dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi
petunjuk secara jelas kepada siswa.
c. Untuk
mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang
mengganggu.
d. Untuk
memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam
hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.
Maka dapat
disimpulkan bahwa agar setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan
berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan ermasalahan yang ada, sehingga
tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.
3. Aspek Manajemen Kelas
2.2 DESKRIPSI
HASIL OBSERVASI MANAJEMEN KELAS
1.
Kondisi Fisik Kelas.
Kondisi fisik secara umum kelas
VIII E di MTS Hidayatul M Sayung Demak
secara umum masih cukup baik. Letak sekolah yang cukup jauh dari jalan raya,
menyebabkan akses jalan ke MTS harus di tempuh dengan menggunakan kendaraan
pribadi sepeti sepeda motor, bagi yang rumahnya jauh dari sekolahan. Depan MTS
ada ruko dan rumah masyarakat sehingga
terlalu ramai dengan aktivitas warga. Dan masyarakat dapat mengawasi MTS
Hidayatul secara langsung, MTS Hidayatul M masih satu atap dengan MA Hidayatul.
Kondisi sarana prasarana masih
tergolong cukup layak untuk digunakan, kursi-kursi dalam kelas masih berbentuk
panjang yang setiap meja diisi oleh dua siswa dengan desain tempat duduk
bersusun di dalam kelas terdapat dua kipas angin. Kondisi gedung sekolah juga
dalam keadaan baik tetapi ada sebagaian yang kurang layak. Lapangan yang biasa
digunakan untuk uparaca setiap hari seninpun seukuran setengah lapangan bola
yang digunakan untuk melakukan upacara MTS dan MA Hidayatul. Selain itu juga
sering digunakan oleh anak sebaragai arena bermain. Kantin sekolah belum tersedia.
Saat istirahat siswa masih sering membeli makanan dan minuman di luar
sekolah.
Papan tulis yang digunakan sudah
menggunakan white board sehingga tidak menggunakan kapur yang dapat
menghasilkan debu dan mengkotori lantai. Dinding-dinding ruang kelas belum
hiasan-hiasan kelas karya siswa sendiri dan banyak coretan. Belum terdapat papan jadwal pelajaran dan piket
kelas. Belum ada tambahan seperti gambar pahlawan dan slogan. Karena kelas
tersebut baru melakukan renovasi, sehingga masih dalam tahap penataan hanya
terdapat gambar presiden, wakil presiden dan burung garuda.
Pengaturan pencahayaan seperti
ventilasi dan jendela sudah cukup baik. Terdiri dari 6 ventilasi di dinding
bagian atas, dan 1 pintu di samping kiri kelas. Pengaturan tempat duduk siswa
tidak dilakukan rolling tetapi tempam duduk siswa perempuan dan laki-laki
dipisah, laki-laki sebelah kanan dan perempuan sebelah kiri. Dan meja terletak
di sebelah kiri dekat pintu masuk.
Tempat duduk yang sebangku panjang untuk 2 siswa menurut kami itu baik, namun
kurang efektif. Hanya dapat dibentuk tempat duduk desain bersusun atau
demostrasi dan berhadapan antar siswa. Laci meja siswa juga sudah banyak yang
rusak. Mengenai tata letak pajangan dan hasil karya siswa. Pajangan, baik
pajangan alat peraga, hasil karya siswa belum ada tetapi pajangan foto presiden dan wakil presiden
memang sudah ada. Tetapi, menurut kelompok kami, kondisinya sedikit kurang
terawat, masih terlihat debu-debu menempel dipajangan foto presiden dan wakil
presiden.
Berdasarkan hasil pengamatan kami di kelas MTS Hidayatul M yang telah kami
observasi yakni kelas VIII E bahwa kondisi fisik yang berupa pengaturan kelas
yang dilakukan oleh guru belum sepenuhnya dilakukan. Karena MTS Hidayatul M
sedang mengalami renovasi atau panataan
ulang, sehingga dalam pengaturan kelas yang berupa penataan letak ruang,
sarana prasarana dan alat peraga masih dalam tahap perkembangan. Alat-alat
peragapun belum terlau lengkap karena masih dalam tahap perkembangan juga.
2.
Kondisi Sosial-emosional Siswa
Berdasarkan observasi kami di kelas
bawah yang diampu oleh Ibu Dra.Hj. Jamiyyah selaku guru model VIII E bahwa
siswa – siswa kelas mempunyai banyak karakter yang berbeda-beda. Ada yang suka
menjahili teman yang lain, ada yang asyik dengan dirinya sendiri, ada yang
tidak pernah memperhatikan, dan ada juga yang selalu memperhatikan. Kadang ada
juga yang ingin diperhatikan oleh guru sehingga sering menyela saat bu guru
sedang berbicara. Ada yang tidak membawa buku pelajaran dan ada juga yang
membawa buku pelajaran tidak sesuai dengan pelajaran.
Sikap guru dalam menghadapi
karakter siswa yang berbeda-beda tersebut ialah memberikan pengertian dan
nasihat pada siswa, perhatian guru terpusat pada yang suka ramai sendiri, dan
siswa yang lupa atau tidak mengerjakan tugas dan yang tidak membawa buku pelajaran hanya
menggunakan suara yang lantang untuk memperingatkan siswa. Siswa kurang
mendengarkan penjelasan guru, karena suara guru kurang keras.
3.
Pengelolaan Layanan pembelajaran
Penyampaian
pembelajaran dengan metode ceramah oleh guru, sehingga siswa terpusat keguru,
dan tidak ada kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan pendapat, sehingga
pembelajaran terlihat monoton, membuat siswa bosan dan tidak semangat belajar.
2.3 TELAAH HASIL OBSERVASI MANAJEMEN KELAS
2.3.1 Pendapat Ahli tentang Hasil Observasi
Manajemen Kelas
Observasi memiliki ragam pengertian, namun intinya
tetap merupakan sebuah pengamatan dalam melakukan sebuah penelitian. Adapun pendapat
para ahli tentang hasil observasi manajemen kelas yang telah kami lakukan
adalah :
Dari observasi yang kami lakukan kami
mendapatkan kasus siswa yang paling sering ribut adalah laki-laki ini merupakan
faktor biologis karena siswa laki-laki lebih aktif dan ingin mendapatkan
perhatian yang lebih , sedangkan siswa perempuan tidak begitu ribut. Menurut Sutrisno
Hadi Observasi merupakan suatu proses
yang sangat kompleks, yang tersusun dari berbagai proses biologis &
psikologis. Yang terpenting diantara keduanya ialah proses-proses ingatan &
pengamatan. Dari hasil pengamatan kasus yang seperti ini, menurut kami ini
termasuk kedalam pendapat ahli Sutrisno Hadi. Hasil observasi kami sistematis tidak merubah dan
menambahkan sesuai dengan keinginan kami,mencatat hasil observasi,mengamati. Misalnnya
didalam hasil observasi yang kami lakukan terdapat siswa yang ribut, kami
mencatat secara sistematis yang tidak menambahkan sesuatu yang tidak terjadi
pada saat observasi, mencatat secara sistematis dan tidak menambahkan apa yang
tidak perlu ditambahkan ini merupakan pendapat ahli Nawawi &
Martini dan Prof. Heru.
Pendapat Patton dalam melakukan observasi kami dapat mendapatkan informasi yang akurat
seperti misalnnya dalam kasus kami mendapatkan bahawa guru mengajar dengan
metode ceramah ini menyebabkan siswa akan merasa bosan yang tidak aktif saat
proses belajar dan mengajar berlangsung. Maka dengan ini kami dapat memahami
segala kegiatan yang berlangsung yang menjadi objek kajian dalam penelitiannya.
Menurut Sujanna setelah kami melakukan dengan
mendapatkan kasus seperti siswa ribut, tidak memperhatikan guru, malas-malasan
di kelas dan berbicara tidak sopan kepada guru, mengamati cara guru mengajar
guru misalnya guru model saat kami melakukan observasi yaitu mengunakan metode
ceramah, tingkah laku saat siswa sedang belajar misalnya siswa ribut dikelas
sehingga tidak memperhatikan guru didepan, mengamati tingkah laku guru pada
saat sedang mengajar, kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa di dalam kelas.
Dari hasil observasi yang kami lakukan kami
mendapatkan pengaturan fisik kelas yang masih cukup layak untuk kegitan belajar
dan mengajar, misalnnya kursi dan meja yang sudah rusak, dinding yang
dicoret-coret, tidak ada aksesoris didinding yang membuat siswa tertarik dan
nyaman dengan kelas dan sarana dan prasarana yang masih dalam tahapan renovasi.
Jelaskan oleh ahli Suharsimi Arikunto bahwa Observasi merupakan suatu pengamatan langsung terhadap
lingkungan fisiknya atau pengamatan langsung suatu aktifitas yang sedang
berlangsung / berjalan yang meliputi seluruh aktifitas perhatian terhadap
suatu kajian objek dengan menggunakan alat indranya.
2.3.2 Pendapat Guru Model Tentang Manajemen Kelas
2.3.2 Pendapat Guru Model Tentang Manajemen Kelas
Manajemen kelas merupakan
seperangkat kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memaksimalkan proses
belajar dan mengajar yang meliputi ketertiban suasana kelas, cara guru untuk
mengembangkan pembelajaran supaya efektif, memaksimalkan kenyamanan
kebebasan siswa, dan untuk mengembangkan
tingkal laku siswa yang dinginkan oleh guru.
2.3.2
Pendapat Guru Model Tentang Manajemen Kelas
Menurut
guru model ibu Dra.Hj.Jamiyyah
manajemen kelas di kilas VIII E belum efektif, karena memang siswa dikelas ini
nakal-nakal dan susah diatur, pada saat guru mengajar tidak begitu banyak
memperhatikan, dan kebanyakan siswa laki-laki yang tidak memperhatiakan dan
ribut sendiri sedangkan siswa perempuan tidak begitu ribut. Dan pengaturan
fisikkelas di kelas VIII E masih sangat kurang dengan kursi yang sudah rusak,
tembok dicoret-coret dan kelas tidak bersih dan rapi.
2.3.3
Pendapat Observer tentang Hasil Observasi Manajemen Kelas
Pendapat kami
hasil observasi yang kami lakukan di MTS Sayung Demak kelas VIII E, masih
banyak yang kurang pengaturan fisik yang masih cukup layak tetapi harus
diperbaiki untuk menunjang pembelajaran yang efektif, kursi meja dinding dan
atap pencahayaan masih harus diperbaiki. Kondisi sosial emosional siswa pada
saat belajajar dan mengajar yang masih banyak siswa ribut, tidak
memperhatikan,tidak aktif dalam belajar, tidak sopan saat berbicara dengan
oarang yang lebih tua.
2.3.4 Manfaat
yang Diperoleh Setelah Melaksanakan Observasi Manajemen Kelas
Menurut pendapat saya setelah
melakukan observasi kelas kita dapat mengetahui secara langsung proses belajar
dan mengajar secara nyata disekolah, kita dapat belajar bagaimana cara mengajar
yang baik, dapat mengimplementasikan aspek-aspek manajemen kelas didalam proses
belajar dan mengajar demi mencapai tujuan manajemen kelas yaitu kelas efektif.
Dengan melakukan observasi secara langsung kita dapat mengambil pembelajaran
yang baik-baik dan membuang hal-hal yang tidak patut dicontoh dapat
mempersiapkan hal-hal apa saja yang akan kita lakukan sebelum masuk
kepembelajaran didalam kelas. Dan bagaimana cara memecahkan masalah apabila
didalam kelas terdapat kegaduhan seperti siswa yang mencari perhatian dengan
cara ribut di kelas tidak memeperhatikan guru saat menjelaskan dan tidur saat
pelajaran berlangsung.
BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil observasi kami ( kelompok observasi) setelah di jelaskan dalam pembahasan
diatas berdasarkan data-data yang telah kami peroleh, maka dapat kami jelaskan
bahwa manajemen kelas di kelas VIII E MTS HIDAYATUL Bulusari Sayung Demak
secara keseluruhan sudah cukup baik, meskipun ada beberapa hal yang harus
ditingkatkan dan diperbaiki lagi agar proses belajar dan mengajar berjalan
lebih efektif dan efesien serta mencapai tujuan pembelajaran.
Pengaruran fisik kelas yang
meliputi pengaturan tata ruang, ventilasi, cahaya, baik kelas kelas VIII E MTS HIDAYATUL Bulusari
Sayung Demak sudah
cukup baik. Kondisi sosioemosional dan organisasional dalam pembelajaran masih
sedikit kurang pada kelas VIII, mungkin karena gurunya pada saat proses belajar
berlangsung metode yang digunakan adalah ceramah sehingga siswanya merasa
bosan, mengakibatkan siswa ramai saat pembelajaran, terutama pada siswa
laki-laki lebih ramai dari pada siswi perempuan. Input dari siswa itu sendiri,
meskipun kebanyakan dari desa, tetapi cukup berpotensi untuk berpretasi. Tetapi
lingkungan sekolah sendiri belum cukup mendukung. Di mana letak MTS HIDAYATUL Bulusari Sayung
Demak berada dalam lingkungan
perumahan warga dan cukup jauh dari jalan raya sehingga akses informasi,
teknologi, transportasi, dan letaknya kurang strategis.
1.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka
kami, sebagai obsever dan penulis laporan ini menyarankan agar MTS HIDAYATUL Bulusari Sayung Demak segera melengkapi saran dan prasarana dan
memperbaikinya lebih cepat lagi agar proses belajar dan mengajar lebih efektif
dan efesien lagi. Dan untuk mengembangkan kondisi sosial- emosional siswa
sebagai guru lebih meningkatkan kualitasnya agar mampu menciptakan suasana
belajar yang membuat siswa semangat dengan begitu akan tercapai tujuan
pembeljaran. Dan menyiapkan metode yang cocok untuk kelas VIII Esebelum masuk
kedalm proses belajar dan mengajar didalam kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Pendidikan,
Jejak. 2017 “Makalah Manajemen Kelas” articel jurnal
http://www.jejakpendidikan.com/2016/02/makalah-manajemen-kelas.html diakses pada tanggal 17 November 2016 pukul
11:15. Semarang.
Pamilih,
Ratna Dwi dan Nila Kusumawardani 2012 “Laporan
Observasi Manajemen
Kelas” Surakarta.
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Hadi, Sutrisno, 2001
“Manajemen kelas” Widya Medika ,Jakarta
Nawawi, Martini 2002 “Telaah
Hasil Observasi” Tinta Mas, Jakarta
Prof. Heru. 1996 “Makalah hasil observasi
manajemen kelas” http://www.manajemenkelas.com/2016/18/makalah
-observasi-manajemen-kelas.ac.id
Arikunto .Suharsimi, 2007 “Strategi mengajar dan
mengajar dikelas” Unika. Bandung

Comments
Post a Comment